Pengaruh Broken Home

Posted: September 1, 2009 in Hidup Ini Indah..., Realitas

A. Pengaruh Keluarga terhadap Kenakalan Remaja

Pengaruh keluarga yang bisa menyebabkan kenakalan remaja adalah :

1. Keluarga yang Broken Home
Masa remaja adalah masa yang dimana seorang sedang mengalami saat kritis sebab ia akan menginjak ke masa dewasa. Remaja berada dalam masa peralihan. Dalam masa peralihan itu pula remaja sedang mencari identitasnya. Dalam proses perkembangan yang serba sulit dan masa-masa membingungkan dirinya, remaja membutuhkan pengertian dan bantuan dari orang yang dicintai dan dekat dengannya terutama orang tua atau keluarganya. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa fungsi keluarga adalah memberi pengayoman sehingga menjamin rasa aman maka dalam masa kritisnya remaja sungguh-sungguh membutuhkan realisasi fungsi tersebut. Sebab dalam masa yang kritis seseorang kehilangan pegangan yang memadai dan pedoman hidupnya. Masa kritis diwarnai oleh konflik-konflik internal, pemikiran kritis, perasaan mudah tersinggung, cita-cita dan kemauan yang tinggi tetapi sukar ia kerjakan sehingga ia frustasi dan sebaginya. masalah keluarga yang broken home bukan menjadi masalah baru tetapi merupakan masalah yang utama dari akar-akar kehidupan seorang anak. Keluarga merupakan dunia keakraban dan diikat oleh tali batin, sehingga menjadi bagian yang vital dari kehidupannya.
Penyebab timbulnya keluarga yang broken home antara lain:
a. Orang tua yang bercerai
Perceraian menunjukkan suatu kenyataan dari kehidupan suami istri yang tidak lagi dijiwai oleh rasa kasih sayang dasar-dasar perkawinan yang telah terbina bersama telah goyah dan tidak mampu menompang keutuhan kehidupan keluarga yang harmonis. Dengan demikian hubungan suami istri antara suami istri tersebut makin lama makin renggang, masing-masing atau salah satu membuat jarak sedemikian rupa sehingga komunikasi terputus sama sekali. Hubungan itu menunjukan situas keterasingan dan keterpisahan yang makin melebar dan menjauh ke dalam dunianya sendiri. jadi ada pergeseran arti dan fungsi sehingga masing-masing merasa serba asing tanpa ada rasa kebertautan yang intim lagi.
b. Kebudayaan bisu dalam keluarga
Kebudayaan bisu ditandai oleh tidak adanya komunikasi dan dialog antar anggota keluarga. Problem yang muncul dalam kebudayaan bisu tersebut justru terjadi dalam komunitas yang saling mengenal dan diikat oleh tali batin. Problem tersebut tidak akan bertambah berat jika kebudayaan bisu terjadi diantara orang yang tidak saling mengenal dan dalam situasi yang perjumpaan yang sifatnya sementara saja. Keluarga yang tanpa dialog dan komunikasi akan menumpukkan rasa frustasi dan rasa jengkel dalam jiwa anak-anak. Bila orang tua tidak memberikan kesempatan dialog dan komunikasi dalam arti yang sungguh yaitu bukan basa basi atau sekedar bicara pada hal-hal yang perlu atau penting saja; anak-anak tidak mungkin mau mempercayakan masalah-masalahnya dan membuka diri. Mereka lebih baik berdiam diri saja. Situasi kebudayaan bisu ini akan mampu mematikan kehidupan itu sendiri dan pada sisi yang sama dialog mempunyai peranan yang sangat penting. Kenakalan remaja dapat berakar pada kurangnya dialog dalam masa kanak-kanak dan masa berikutnya, karena orangtua terlalu menyibukkan diri sedangkan kebutuhan yang lebih mendasar yaitu cinta kasih diabaikan. Akibatnya anak menjadi terlantar dalam kesendirian dan kebisuannya. Ternyata perhatian orangtua dengan memberikan kesenangan materiil belum mampu menyentuh kemanusiaan anak. Dialog tidak dapat digantikan kedudukannya dengan benda mahal dan bagus. Menggantikannya berarti melemparkan anak ke dalam sekumpulan benda mati.
c. Perang dingin dalam keluarga
Dapat dikatakan perang dingin adalah lebih berat dari pada kebudayaan bisu. Sebab dalam perang dingin selain kurang terciptanya dialog juga disisipi oleh rasa perselisihan dan kebencian dari masing-masing pihak. Awal perang dingin dapat disebabkan karena suami mau memenangkan pendapat dan pendiriannya sendiri, sedangkan istri hanya mempertahankan keinginan dan kehendaknya sendiri.
Dalam mengatasi kenakalan remaja yang paling dominan adalah dari keluarga yang merupakan lingkungan yang paling pertama ditemui seorang anak. Di dalam menghadapi kenakalan anak pihak orang tua kehendaknya dapat mengambil dua sikap bicara yaitu:
Sikap atau cara yang bersifat preventif
Yaitu perbuatan/tindakan orang tua terhadap anak yang bertujuan untuk menjauhkan si anak daripada perbuatan buruk atau dari lingkungan pergaulan yang buruk. Dalam hat sikap yang bersifat preventif, pihak orang tua dapat memberikan atau mengadakan tindakan sebagai berikut :
a. Menanamkan rasa disiplin dari ayah terhadap anak.
b. Memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu.
c. Pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak.
d. Menjaga agar tetap terdapat suatu hubungan yang bersifat intim dalam satu ikatan keluarga.
Disamping keempat hal yang diatas maka hendaknya diadakan pula:
a. Pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan berguna.
b. Penyaluran bakat si anak ke arab pekerjaan yang berguna dan produktif.
c. Rekreasi yang sehat sesuai dengan kebutuhan jiwa anak.
d. Pengawasan atas lingkungan pergaulan anak sebaik-baiknya.
Sikap atau cara yang bersifat represif
Yaitu pihak orang tua hendaknya ikut serta secara aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk menanggulangi masalah kenakalan anak seperti menjadi anggota badan kesejahteraan keluarga dan anak, ikut serta dalam diskusi yang khusus mengenai masalah kesejahteraan anak-anak. Selain itu pihak orang tua terhadap anak yang bersangkutan dalam perkara kenakalan hendaknya mengambil sikap sebagai berikut :
a. Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kealpaan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan.
b. Memahami sepenuhnya akan latar belakang daripada masalah kenakalan yang menimpa anaknya.
c. Meminta bantuan para ahli (psikolog atau petugas sosial) di dalam mengawasi perkembangan kehidupan anak, apabila dipandang perlu.
d. Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari.
Abstrak
Penelitian ini berangkat dari fenomena yang terjadi di lapangan bahwa motivasi belajar siswa memberi pengaruh pada prestasi belajamya. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga yang merupakan tempat pertama dan utama anak tumbuh dan berkembang, bersosialisasi bahkan mengenal dirinya sendiri.
Fenomena di atas mendorong penulis untuk mengkaji lebih jauh mengenai ” Dampak Keluarga Broken Home terhadap Motivasi Belajar Siswa ”
Keluarga broken home yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ketidakutuhan keluarga , baik secara stniktural maupun secara fungsional.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapat gambaran motivasi belajar siswa yang berasal dari keluarga broken home.
Sampel penelitian ini adalah siswa kelas dua di SMP Negeri Baleendah 2 Kabupaten Bandung dengan sampel sebanyak 48 orang siswa. Pengambilan data dilakukan dengan studi dokumentasi terhadap buku pribadi siswa dan penyebaran angket untuk mengungkap motivasi belajar siswa.
Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyeleksian data, penyekoran serta analisis dengan cara mengelompokkan data dan menggunakan teknik uji t perbedaan dua rata-rata yang menghasilkan kesimpulan bahwa :
1. Terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa berasal dari keluarga broken home dengan motivasi belajar siswa dari keluarga utuh.
2. Motivasi belajar siswa dari keluarga broken home lebih rendah daripada motivasi belajar siswa dari keluarga utuh
3. Keadaan keluarga broken home memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap motivasi belajar siswa.
Penelitian ini menghasilkan rekomendasi yang ditujukan pada peneliti selanjutnya untuk meneliti variabel yang sama dengan jumlah sampel yang relatif lebih besar sehingga hasil penelitian lebih representatif.
BH”. Jika kita mendengar kata itu, pikiran kita tertuju pada pakaian dalam perempuan. Tetapi untuk “BH” yang satu ini mempunyai arti yang lain. Broken Home (BH). Yah itulah artinya.
“BH” atau dengan arti kata lain perpecahan dalam keluarga merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Apalagi di era digital yang seakan serba mudah dan bebas. Perkawinan dan perceraian sudah merupakan hal yang biasa dan sudah dianggap tidak tabu lagi. Itu sudah menjadi masalah tiap komunitas keluarga di muka bumi ini.
Di dalam konflik rumah tangga terutama konflik antara suami– istri kadang menimbulkan ha-hal yang berdampak negative. Salah satu dampak negatif dari konflik yang terjadi dalam rumah tangga yang paling dominan adalah dampak terhadap perkembangan anak. Aktor utama “BH” (suami istri) kadang jarang memikirkan dampak apakah yang akan terjadi pada anak-anaknya apabila terjadi perpecahan atau perpisahan rumah tangga.
Di artikel sederhana ini saya ingin memberikan gambaran-gambaran singkat, padat dan mudah-mudahan jelas kepada para orang tua. Tentunya mengenai dampak apa yang akan terjadi pada anak — yang nantinya menjadi korban konflik orang tua—apabila terjadi konflik dalam rumah tangga dan harus berakhir dengan “BH”.

Kejiwaan
Seorang anak korban “BH” akan mengalami tekanan mental yang berat. Di lingkungannya. Misalnya, dia akan merasa malu dan minder terhadap orang di sekitarnya karena kondisi orang tuanya yang sedang dalam keadaan “BH”. Di sekolah, disamping menjadi gunjingan teman sekitar, proses belajarnya juga terganggu karena pikirannya tidak terkonsentrasi ke pelajaran. Anak itu akan menjadi pendiam dan cenderung menjadi anak yang menyendiri serta suka melamun.

Pikiran-pikiran dan bayangan-bayangan negatif seperti menyalahkan takdir yang seolah membuat keluarganya seperti itu. Seakan sudah tidak ada rasa percaya terhadap kehidupan religi yang sudah mendarah daging sejak dia lahir dan lainnya. Tekanan mental itu mempengaruhi kejiwaannya sehingga dapat mengakibatkan stress dan frustrasi bahkan seorang anak bisa mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Hal seperti itu bisa saja terjadi, apabila …?

Pelampiasan Diri
Kemungkinan terjemus dalam pengaruh negatif bagi orang tua (dewasa) dalam konteks BH ini sangat kecil. Orang tua dapat mencari solusi untuk menenangkan pikirannya. Namun berbeda dengan seorang anak yang sedang menghadapi situasi BH. Anak-anak dapat saja terjerumus dalam hal-hal negatif, apalagi dengan media informasi dan komunikasi yang menawarkan banyak hal. Contoh konkritnya, merokok, minuman keras (alkohol), obat-obat terlarang (narkoba) bahkan pergaulan bebas yang menyesatkan.

Refleksi
Mungkin mudah bagi orang tua untuk memvonis keputusan tentang perpisahan atau perpecahan dalam rumah tangga, tapi apakah mudah bagi anak-anak mereka untuk dapat menerima hal itu? Entalah! Itu merupakan pertanyaan reflektif bagi orang tua!
Perpecahan dalam rumah tangga memang merupakan masalah yang tidak mudah untuk dilepaskan dari kehidupan dalam rumah tangga. Memang jika kita mengkaji lebih jauh kita akan dapat memahami sebagai suatu persoalan yang wajar-wajar saja. Tetapi, apakah hal itu dapat dikendalikanya? Memang sulit untuk menjawabnya dan jawabanya kembali kepada orang tua (ayah-ibu) atau pelaku dalam konflik rumah tangga itu sendiri.

Kita sering melihat kasus-kasus perceraian artis dan perebutan hak asuh anak sampai menyewa pengacara di layar televisi. Perceraian bagi para artis seakan meningkatkan posisi tawar (popularitas) sehingga harus menggunakan pengacara yang terkenal. Mereka tidak pernah berpikir siapa yang akan dirugikan dalam permasalahan mereka. Mereka hanya memikirkan popularitas dan diri sendiri dan menganggap semuanya dapat dibeli dengan uang. Namun, kenyataananya apa yang mereka lakukan itu merupakan kekalahan bagi anak-anak mereka dan jelas hal itu akan menjadi trauma yang berkepanjangan pada psikis anak mereka.
Orang tua harus mampu mengendalikan diri dalam menyikapi masalah ini, jangan sampai permasalahan mereka secara tidak langsung menjadi doktrin boomerang negatif yang akan berkembang dalam psikis anak. Orang tua sebagai panutan sekaligus guru yang menjadi contoh bagi anak dalam belajar untuk hidup melalui berbagai proses yang semuanya tak lepas dari tanggung jawab mereka. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila orang tua juga mampu untuk mengontrol dan mengatasi persoalan mereka sendiri tanpa harus mensosialisasikan perbedaan pendapat yang mengarah ke konflik keluarga kepada anak.
Apakah sebagai orang tua senang jika anaknya menjadi hancur dalam kehidupanya di saat mereka ingin tumbuh dan berkembang dengan cinta kasih orang tuanya? Tentu saja jawabnya pasti “tidak” dan orang tua paling tolol yang hanya diam dan tak berpendapat. Oleh sebab itu sebagai orang tua berusahalah untuk mengendalikan hidup dalam situasi apapun demi anak-anak kalian, jangan sampai BH menjadi budaya penghancur kehidupan anak yang notabene adalah buah hati kalian sendiri dan titipan TUHAN. (for khoibito)

source : http://bbawor.blogspot.com/2009/03/pengaruh-broken-home.html

Istilah “broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat ortu kita tak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Ortu nggak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan kita di masyarakat.

Namun, broken home bisa juga diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena sering terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir pada perceraian. Kondisi ini menimbulkan dampak yang sangat besar terutama bagi anak-anak. Bisa saja anak jadi murung, sedih yang berkepanjangan, dan malu. Selain itu, anak juga kehilangan pegangan serta panutan dalam masa transisi menuju kedewasaan.

Karena orangtua merupakan contoh (role model), panutan, dan teladan bagi perkembangan kita di masa remaja, terutama pada perkembangan psikis dan emosi, kita perlu pengarahan, kontrol, serta perhatian yang cukup dari mereka. Orangtua merupakan salah satu faktor sangat penting dalam pembentukan karakter kita selain faktor lingkungan, sosial, dan pergaulan.

Nah, buat kita-kita yang mengalami broken home, gimana sih cara mengatasinya supaya kita tetap merasa “baik-baik” saja dan tidak menjadi malu serta tidak percaya diri atau lari dari masalah dengan cara-cara yang salah?

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan apabila kita terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan ini. Awalnya sih sulit dan tidak gampang karena kita mesti menghadapi situasi yang belum pernah kita hadapi sebelumnya. Namun, bukankah setiap permasalahan itu ada jalan keluarnya? Nah, berikut ini ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi situasi seperti itu.

1. Hadapi semuanya dengan sikap positif

Tidaklah semua yang terjadi itu merupakan hal buruk meskipun itu sesuatu yang berdampak negatif ke kita. Kita harus mencoba menerima keadaan dan berusaha tegar. Hal ini akan membantu kita mengatasi masalah tersebut.

2. Berpikir positif

Peristiwa yang kita alami kita lihat dari sisi positifnya. Karena di balik semua masalah pasti ada hikmah yang dapat kita petik. Jadikan itu semua sebagai proses pembelajaran bagi kita sebagai remaja menuju tahap kedewasaan. Jauhkan segala pikiran buruk yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kehancuran, seperti memakai narkoba, minum-minuman keras, malah sampai mencoba untuk bunuh diri.

3. Jangan terjebak dengan situasi dan kondisi

Yang jelas, kita enggak boleh terjebak dengan situasi dan menghakimi orangtua atau diri sendiri atas apa yang terjadi serta marah dengan keadaan ini. Alangkah baiknya apabila kita bisa memulai untuk menerima itu semua dan mencoba menjadi lebih baik. Keterpurukan bukanlah jalan keluar. Sebaiknya sih kita bisa tegar dan mencoba bangkit untuk menghadapi cobaan ini. Tetap berusaha itu kuncinya.

4. Mencoba hal-hal baru

Tidak ada salahnya kita mencoba sesuatu yang baru, asal bersifat positif dan dapat membentuk karakter positif di dalam diri kita. Contohnya, mencoba hobi baru, seperti olahraga ekstrem (hiking, rafting, skating atau olahraga alam) yang dapat membuat kita bisa lebih fresh (segar) dan melupakan hal-hal yang buruk.

5. Cari tempat untuk berbagi

Kita enggak sendirian lho, karena manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain. Mencari tempat yang tepat untuk berbagi adalah solusi yang cukup baik buat kita, contohnya teman, sahabat, pacar, atau mungkin juga saudara. Ya… usahakan tempat kita berbagi itu adalah orang yang dapat dipercaya dan kita bisa enjoy berkeluh kesah dengan dia.

Beberapa hal di atas dapat dijadikan acuan buat kita karena sebenarnya semua permasalahan itu ada solusinya.

Intinya enggak perlu panik atau resah karena kita sebagai anak memang enggak bisa mengelak apabila itu terjadi pada keluarga kita walaupun kita tidak menginginkannya. Enggak perlu panik ataupun sampai depresi menghadapinya. Walaupun berat, kita juga mesti bisa menerimanya dengan bijak. Karena siapa sih yang mau hidup di tengah keluarga yang broken home? Pasti semua anak enggak akan mau mengalaminya.

Broken home bukanlah akhir dari segalanya bagi kehidupan kita. Jalan kita masih panjang untuk menjalani hidup kita sendiri. Pergunakanlah situasi ini sebagai sarana dan media pembelajaran guna menuju kedewasaan. Ingat, kita tidak sendiri dan bukanlah orang yang gagal. Kita masih bisa berbuat banyak serta melakukan hal positif. Menjadi manusia yang lebih baik belum tentu kita dapatkan apabila ini semua tidak terjadi. Mungkin saja ini merupakan sebuah jalan baru menuju pematangan sikap dan pola berpikir kita.

Terima kasih semoga info ini bermanfaat bagi kalian semua yang terjebak di keluarga broken home. Tetaplah menjalani hidupmu dengan penuh optimis karena kamu tidak sendirian, masih ada Allah yang mengasihi kamu dan teman serta sahabat yang selalu ada buat kamu berkeluh kesah. Jalanilah hidupmu dengan rasa optimis. (for khoibito)

source : Aneh Tapi Nyata, Unik Tapi Fakta

Spain Soccer La Liga

SEVILLA – Bulan Ramadan memang diprediksi akan menjadi bulan yang sangat sulit bagi para pesepakbola Eropa, terutama yang memegang agama Islam. Namun, Freddie Kanoute dan sejumlah bintang La Liga lainnya mengaku tak bermasalah jika harus menjalankan aktivitas sepakbola dalam keadaan berpuasa.

Ya, selama satu bulan ke depan, seluruh umat Muslim di dunia tanpa terkecuali, diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Kanoute, sebagai salah satu bintang La Liga yang menganut agama Islam mengaku tetap menjalankan ibadah puasa seperti biasa. Ia juga tak percaya, bahwa puasa akan membuat kondisi fisiknya lemah seperti asumsi banyak orang.

Bomber Sevilla ini justru mengatakan jika dengan berpuasa, dia merasa lebih bugar dan membuatnya semakin kuat, karena sudah terbiasa menjalankannya sejak kecil.

“Saya hanya mencoba menghormati kepercayaan saya dan menjalankannya sebaik mungkin,” papar Kanoute sebagaimana dilansir Goal, Senin (24/8/2009).

“Kadang, sulit menjalankan ibadah puasa, sebab di sini di kawasan selatan Spanyol sangat panas. Namun, terima kasih Tuhan, saya mampu melakukannya,” tambahnya.

“Setahu saya, kompetisi di Inggris, Spanyol, Prancis serta liga lainnya juga dihuni banyak pemain muslim. Namun, meyakini dan menjalankan Ramadan bukanlah sesuatu yang ingin mereka ceritakan kepada dunia,” imbuh bomber asal Mali ini.

“Secara pribadi, memiliki kepercayaan membantu karir sepakbola saya dan sebaliknya, sepakbola membantu saya lebih sehat dan kuat. Saya juga tek memiliki konflik dengan orang yang tahun tentang Islam. Sebab, mereka umumnya tahu, berpuasa takkan membuat umat muslim menjadi lemah,” tutupnya.

Hal senada juga dilontarkan gelandang Real Madrid Mahamadou Diarra. Gelandang asal Mali ini mengaku ibadah puasa tak pernah mengganggu sepakbola, karena pada umumnya setiap pelatih selalu menghormati kepercayaan setiap pemainnya.

“Setiap pelatih selalu menghormati keputusan saya. Umumnya, kami yang berpuasa sedikit kesulitan beradaptasi, karena terbiasa makan setiap hari. Namun, itu hanya sebulan dan selama 11 bulan sisanya, kami bisa memberikan yang terbaik untuk klub,” tukas Diarra.

Selain Kanoute dan Diarra, sejumlah bintang La Liga yang juga menjalankan ibadah puasa adalah, Lassana Diarra, Karim Benzema (keduanya Real Madrid), Eric Abidal, Seydou Keita dan Yaya Toure (semuanya Barcelona). Umumnya, mereka juga berpendapat sama, “puasa takkan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka sebagai pesepakbola.”

source : http://bola.okezone.com/read/2009/08/24/200/250898/ramadan-bintang-muslim-la-liga-tetap-puasa

H1tq8GskQP

YOGYAKARTA kembali menghelat pesta mode, kali ini Jogja Fashion Week (JFW) 2009 mengambil tema “Boedaja in Motion” sebagai gambaran pergerakan sebuah budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi.

Koleksi tersebut juga mencerminkan ragam budaya yang diadaptasi dalam busana, baik yang mengusung tradisional maupun yang berciri kekinian. Momentum JFW ini, kata Koordinator Acara Afif Syakur, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk menggali lebih dalam terhadap kebudayaan Indonesia untuk tetap eksis dan menjadikan sebuah inspirasi dunia dalam berbagai aspek, khususnya di dunia mode.

“Kami sengaja memadukan dua bahasa yang berarti tradisi budaya bangsa dapat diapresiasikan melalui industri mode yaitu dengan memadukan budaya lokal dan tren global dan dapat bersaing di pasar internasional,” kata koordinator JFW 2009 Afif Syakur.

Berlokasi di Keraton Yogyakarta, beberapa waktu lalu, perhelatan mode yang sudah memasuki tahun kelima ini menyertakan 55 perancang, baik dari dalam maupun luar Yogyakarta. Karya-karya mereka ditampilkan dalam empat kategori dan tema busana.

Fragile Poetry mengusung gaya busana romantis yang ditandai dengan deretancocktail dress dan evening dress yang kaya detail. Dari busana romantis, beralih ke gaya busana masyarakat perkotaan atau urban look yang dirangkum dalam temaEvolution.

Para desainer menampilkan kreasi dan modifikasi busana pesta dan kasual dengan konsep baru, seperti Anie Wardana yang menuangkan tenun dan lurik ke dalam gaun bergaya Eropa, Mujib Afandy dengan permainan pita besar abstrak, atau Eny Kurniawati yang menampilkan pola konstruktif pada kebaya.

Dari gaya urban, beralih ke nuansa etnik dalam tema Tribal Essense dengan banyak modifikasi kebaya dan penggunaan batik menjadi busana cocktail modern yang chic, seksi, dan playful.

source : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/08/24/194/250854/jfw-2009-budaya-dalam-langgam-busana

Romantis

MEMUPUK benih-benih cinta merupakan langkah penting dalam sebuah hubungan. Namun, manakalah sepasang kekasih selalu sibuk, kadang membuat api cinta tak lagi bergelora.

Jika Anda dan kekasih tengah mengalami kondisi seperti ini, tak perlu berkecil hati. Sebab Anda tetap bisa mengubah hubungan bersamanya agar semakin luar biasa melalui berbagai rahasia khusus.

Untuk Anda yang ingin mengetahui apa rahasia itu, pemaparan She Knows berikut bisa menjawabnya:

Sandaran yang hangat

Tak perlu bingung memanjakan pria, karena Anda bisa memulainya melalui sebuah sandaran yang hangat. Tak hanya sebuah pelukan yang bisa membuat pria nyaman di samping Anda, namun sandaran penuh cinta kasih dengan momen romantis juga dipercaya bisa mengobarkan kembali api cinta yang hampir padam.

Caranya mudah, cukup putar musik romantis atau lagu favorit Anda berdua, ambil posisi dengan duduk di lantai dengan ditemani cahaya lilin yang temaram.

Bersandarlah pada pasangan Anda, dengan posisi membelakanginya dan biarkan punggung kalian saling menempel serta menopang satu sama lain. Pastinya momen ini tak akan membuatnya melupakan kenangan indah bersama Anda.

Hidangan istimewa

Memberikan perhatian ekstra pada kekasih bisa Anda mulai dengan dengan menyuguhkan makanan istimewa. Konon, rasa cinta bisa bertambah melalui ragam menu hidangan istimewa.

Saat bersamanya, tak anda salahnya Anda menyiapkan makan malam istimewa dengan makanan kesukaannya. Atau bila ingin memasak berdua, tak ada salahnya mengajak sang kekasih memanggang daging menjadi masakan istimewa di pekarangan belakang rumah Anda.

Pesan suara yang romantis dan seksi

Kaum Adammenyukai berbagai hal yang berbau seksi dan romantis, terutama jika datangnya dari kekasih hati. Mencoba menggetarkan kembali cintanya yang hampir surut, anda pun bisa bereksperimen dengan pesan suara yang seksi dan romantis. Pastinya cara ini dapat membuat si dia semakin terpana pada perhatian Anda. (nsa)

source : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/08/19/197/249514/rahasia-menambah-rasa-cinta-pasangan

gorengan-dalam

Jakarta, Setelah berpuasa seharian, saat berbuka pun menjadi waktu yang sangat dinanti. Menu camilan gorengan biasanya menjadi hidangan yang dipilih setelah menyantap yang manis-manis. Tapi sebaiknya jangan buka puasa dengan gorengan. Mengapa?

Selain karena gorengan adalah makanan yang tidak sehat untuk tubuh, gorengan membawa efek yang tidak baik untuk saluran tenggorokan dan juga saluran pencernaan, terutama mereka yang seharian mengosongkan perutnya.

Makanan yang tinggi lemak akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung. Lemak akan merangsang tenggorokan dan membuatnya gatal sehingga mudah terserang batuk.

Selain itu, dengan adanya lemak, lambung akan cepat terisi tapi lebih lambat dicerna, alhasil seseorang akan merasa sudah kenyang dan tidak akan cepat lapar padahal baru makan dalam porsi sedikit.

Hal ini sebenarnya tidak baik untuk orang yang baru berbuka puasa. Karena setelah 14 jam lambung kosong, tubuh butuh nutrisi yang cukup, tapi dengan adanya lemak tubuh akan merasa sudah kenyang dan akhirnya penyerapan nutrisi pun terhambat karena hanya sedikit nutrisi lainnya yang masuk dalam tubuh.

Selain gorengan, pola berbuka puasa pun sebaiknya diperhatikan karena banyak masyarakat yang masih salah praktik. Mereka yang sudah berbuka dengan yang manis, langsung menyantap makanan besar karena saking laparnya.

Padahal menurut ahli gizi klinik, dr. Fiastuti Witjaksono, M.S SpGK sebaiknya perut perlu persiapan untuk bisa menerima makanan dalam keadaan tenang dan tidak terburu-buru.

“Bagusnya makan besar setelah salat Magrib dulu, karena itu akan membantu mempersiapkan saluran pencernaan menghadapi makanan dalam jumlah besar setelah 14 jam kosong,” ujar Fiastuti ketika dihubungi detikhealth, Senin (24/8/2009).

Selain karena memicu perasaan yang tidak nyaman di perut, langsung menyantap makan besar setelah waktu berbuka juga tidak baik untuk penderita maag karena lambungnya akan mengalami shock.

Prinsip berbuka menurut Fiastuti, hendaknya berbuka dengan yang manis untuk mengganti glukosa darah, makanlah sesuai porsi tubuh dan juga harus lengkap gizinya tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan.

“Prinsipnya kan hanya menggeser waktu makan saja, jadi tidak ada yang berubah, yang penting seimbang,” ujar dokter yang memiliki menu favorit berbuka puasa dengan setup buah itu. Selamat berbuka puasa.

source : http://health.detik.com/read/2009/08/24/175045/1188829/766/jangan-buka-puasa-dengan-gorengan

marahan

SAAT tengah menjalani asmara bersama kekasih, tiba-tiba Anda harus dihadapkan pada kenyataan si dia pergi menjauh. Padahal, Anda berdua telah membangun mimpi untuk menjalani kisah kasih yang indah.

Saat mendapati kekasih menjauh, tentu timbul banyak pertanyaan di benak. Apakah yang menjadi penyebab si dia tega menghilang tanpa kabar?

Bila Anda belum mendapatkan jawabannya, pemaparan dari She Knows berikut bisa Anda simak.

Sering membandingkan dengan yang lalin

Tidak ada manusia yang sempurna baik dari sifat maupun perilaku. Jika pasangan memiliki kekurangan, tidak sepatutnya Anda selalu membandingkan dia dengan yang lain.

Meski tidak bermaksud menyakiti hatinya, namun si dia bisa merasa sedih dan kecewa bila Anda selalu mencari-cari kekurangan lalu membanding-bandingkannya.

Menganggap si dia bak boneka

Pria sering tidak suka diatur sesuka hati oleh pasangannya. Ia bukan sosok boneka yang dapat dengan mudah Anda permainkan hati serta pikirannya.

Saat Anda senang mengatur pasangan sesuka hati, dia akan merasa kebebasannya semakin terkekang dan harga dirinya telah diinjak-injak.

Berikan kesempatan agar pasangan dapat melakukan pilihan hidupnya. Dengan begitu, Anda tidak memberikan kesan menganggapnya seperti boneka.

Terlalu cepat menghakimi pasangan

Jika ada suatu masalah dalam jalinan asmara Anda berdua, Anda sering mengkambinghitamkan si dia. Terlalu cepat menuduh, lalu menghakiminya berbuat yang tidak-tidak dapat membuat pasangan emosi.

Kemudian, habislah batas kesabaran pasangan dan segera memutuskan untuk menjauh dari sisi Anda.(nsa)

source : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/08/18/197/249129/3-alasan-si-dia-pergi-meninggalkan-anda

Seks Bikin Wanita Cantik dan Seksi

Posted: Agustus 24, 2009 in Sex

hlm1D5Jfru

SETIAP wanita begitu mendambakan memiliki tubuh seksi. Bahkan, banyak cara ditempuh untuk memiliki bentuk tubuh aduhai. Namun kini, wanita tidak perlu mencoba melakukan operasi sedot lemak atau suntik vitamin. Pasalnya, dengan rutinitas bercinta, Anda bisa membentuk tubuh semakin aduhai.

Bahkan, tak hanya itu saja, dengan bentuk tubuh yang seksi juga bisa menjaga kesehatan tubuh. Sun Fitness Expert Nicki Waterman memaparkan, adanya korelasi antara kesehatan dan seks.

“Jika Anda melakukan seks lima kali dalam seminggu sepadan dengan dua jam Anda berolahraga di gym,” jelas Nicki.

Jika selama ini Anda merasa putus asa untuk membentuk paha serta perut menjadi padat berisi serta kencang. Senggama rutin bisa membantu Anda membentuk tubuh semakin seksi.

Berdasarkan berita yang dirangkum dari The Sun, Senin (24/8/2009), gaya bercintawomen on top sangat tepat untuk membantu pembentukan paha dan perut. Sehingga tubuh akan semakin kencang dan bugar. Hal ini akan menimbulkan perasaan lebih cantik pada diri wanita.

Tak hanya berefek pada fisik saja, selama berhubungan intim, kadar hormon testosteron di dalam tubuh wanita pun turut mengalami kenaikan.

Makin tinggi kadar testosteron, wanita akan merasa memiliki tubuh sangat seksi di depan pasangannya. Perasaan bahagia pun akan terpancar di wajah wanita selama penetrasi berlangsung.

Jika kenaikan hormon dopamine meningkat tajam, perasaan bahagia pun akan terpancar di wajah. Dan Anda akan semakin terlihat cantik di mata pasangan. Tak pelak ajang bergumul pun akan semakin dahsyat! (nsa)

source : http://lifestyle.okezone.com/read/2009/08/24/24/250908/seks-bikin-wanita-cantik-seksi

anak dalam mobil

Maine, Beberapa anak menderita keracunan di Maine Amerika tahun lalu dari sumber yang tidak biasa yaitu mobil keluarga. Pemerintah setempat mengatakan penyebabnya berasal dari bangku duduk di mobil.

Bangku tersebut menjadi penyebab sumbernya yang kemungkinan terkena kontaminasi dari tempat kerja orang tuanya. “Orang tua mendapatkan kontaminasi tersebut dari pakaian yang digunakan saat kerja lalu duduk di bangku mobil keluarga tersebut,” ujar Tina Bernier dari Maine Department of Health and Human Services, seperti dikutip dari MSN, Senin (24/8/2009).

Bernier menambahkan bahwa orang tua yang bekerja sebaiknya mengganti pakaian kerja terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mobil ketika pulang agar kontaminan tidak ikut masuk ke mobil. Namun, hal ini memang agak sulit untuk dilakukan.

Bahan yang berbahaya bagi anak-anak adalah bahan logam yang biasanya terdapat pada cat dan bahan bakar atau bensin mobil. Bahan ini sangat berbahaya bagi otak, ginjal maupun organ anak lainnya. Beberapa paparan bisa menyebabkan koma, gangguan kesehatan dan bahkan kematian. Untuk kadar yang rendah bisa mengurangi kepintaran, menyebabkan masalah pendengaran dan masalah lainnya, berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention.

Sebelumnya pada tahun 1978, pemerintah telah melarang penggunaan cat yang berbahaya. Lebih dari 30.000 kasus baru berhasil dideteksi tiap tahunnya melalui pemeriksaan darah. Pemerintah berpikir bahwa mungkin masih ada 240.000 anak lagi yang kemungkinan memiliki masalah yang tidak terdiagnosis.

Masalah ini ternyata bukan hanya berasal dari cat mobil keluarga saja, tapi juga berasal dari dalam rumah yang sedang direnovasi atau rumah yang rusak. Tapi, beberapa kasus belum bisa menentukan apa sumber pastinya.

Para peneliti juga meneliti kendaraan keluarga dan menemukan kadar yang tinggi pada bangku, lantai mobil. Dalam kasus tertentu ditemukan berasal dari bahan logam yang dari luar mobil yang dibawa masuk ke dalam mobil tersebut oleh orang tua.

Untuk itu, periksalah kembali setiap kebersihan dan keamanan mobil keluarga Anda, agar anak-anak tidak mendapatkan risiko keracunan akibat bahan-bahan ataupun debu yang terkandung di dalamnya.

source : http://health.detik.com/read/2009/08/24/124838/1188440/764/mobil-bisa-menjadi-penyebab-anak-sakit

Spesialisasi Merusak Ilmu Kedokteran

Posted: Agustus 24, 2009 in Kesehatan

dokter-(reuters)-dalam

Jakarta, Ilmu kedokteran terus mengalami perkembangan yang pesat dan profesi dokter pun makin mengerucut ke bidang-bidang yang lebih mikro. Tapi benarkah spesialisasi dokter justru merusak ilmu kedokteran?

Adalah ahli bedah dan gastroentologis serta Guru Besar Kedokteran Albert Eintein College of Medicine AS, Dr Hiromi Sinya MD, yang menilai spesialisasi dokter justru membuat penanganan pasien menjadi tidak utuh.

“Praktik spesialisasi harus dihentikan. Spesialisasi kedokteran membuat kita hanya melihat hal-hal kecil dan tidak dapat melihat keseluruhan gambarnya. Sementara segala sesuatu dalam ilmu kedokteran saling mempengaruhi dan menjaga keseimbangan,” kata Dr Hiromi seperti dikutip dari bukunya The Enzyme Factors,Senin (24/8/2009).

Bagaimana pun lanjut Dr Hiromi aktivitas 60 triliun sel di dalam tubuh menjalankan lima aliran dalam tubuh yakni darah dan getah bening, pencernaan, urine, udara dan energi yang kesemuanya itu saling terkait.

“Permasalahan satu diantara itu akan memberikan dampak kepada semuanya,” tuturnya.

Mengabaikan saling ketergantungan ini dan hanya berusaha untuk mengobati organ tubuh akan memicu kegagalan melihat gambaran penyakit seutuhnya.

“Jika spesialisasi terus berkembang pesat, mungkin dalam waktu dekat kita tidak akan memiliki dokter yang sesungguhnya. Yang tersisa hanyalah para spesialis yang memahami bidang spesialisasi mereka secara spesifik tetapi tidak dapat mengatasi kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan,” ungkapnya prihatin.

Dr Hiromi menceritakan suatu ketika dirinya menerima pasien wanita berusia 38 tahun. Pasien itu mengeluhkan masalah diperutnya. Sebelumnya ia telah mengunjungi banyak dokter dan menjalani banyak tes, tetapi semua hasilnya sama bahwa pasien itu selalu dinyatakan normal.

“Bahkan ketika saya memeriksa dengan menggunakan endoskop, saya masih tidak dapat melihat tanda-tanda kanker di manapun. Tetapi karena ia mengeluh ada sesuatu yang salah di perutnya saya pun memasukkan zat pewarna kontras dari usus dua belas jari ke saluran empedunya, lalu melakukan pemeriksaan sinar X karena saluran empedu tidak dapat tidak dapat diperiksa menggunakan endoskop karena salurannya sangat tipis. Dengan tes ini saya menemukan kanker sebesar ujung kelingking di dalam saluran empedu,” tuturnya.

Dr Hiromi mengatakan waktu yang dihabiskan oleh seorang dokter untuk bertemu muka dengan pasiennya tidaklah lama. Dalam waktu yang singkat itu dokter fokus mencari sinyal bahaya yang dikeluarkan tubuh pasien. Namun sayangnya tidak banyak dokter yang bersedia mencurahkan perhatian pada keseluruhan tubuh pasien karena perawatan kesehatan sudah makin terspesialisasi.

“Penting bagi dokter untuk mendengarkan pasien dan menganggap serius apa yang dikatakan oleh para pasien,” kata Dr Hiromi yang meski seorang spesialis pencernaan juga memeriksa prostat hingga leher rahim.

source : http://health.detik.com/read/2009/08/24/153416/1188666/766/spesialisasi-merusak-ilmu-kedokteran